Rabu, 09 Juni 2021

MENGENAL AKSARA JAWA YANG PALING UNIK DI DUNIA

 MENGENAL AKSARA JAWA YANG PALING UNIK DI DUNIA

.


Diakui atau tidak, aksara Jawa merupakan alfabet paling unik di dunia ini. 


Ditinjau dari jumlah, terdiri dari  20 jenis huruf, yang melambangkan 20 jari manusia.


Jari merupakan alat hitung manusia yang paling sederhana, dan hal ini melambangkan bahwa dalam menjalani kehidupannya, orang Jawa selalu menggunakan perhitungan yang matang sebelum melangkah.

.

.

Deretan ke 20 aksara Jawa tersebut yaitu adalah :


1⃣  Ha Na Ca Ra Ka, 

2⃣  Da Ta Sa Wa LA, 

3⃣  Pa Dha Ja Ya Nya, 

4⃣  Ma Ga Ba Tha Nga. 


Entah kebetulan atau disengaja, deretan huruf di atas ternyata bukan deretan huruf tanpa makna, tetapi membentuk 4 kalimat yang mengandung filosofi luar biasa, yaitu :

Melambangkan perjalanan hidup manusia.


1. Ha-Na-Ca-Ra-Ka 


Jika dibaca, Hana Caraka akan bermakna : Ada utusan.


Siapa yang dimaksud dengan  utusan tersebut?


Tidak lain adalah : Semua Makhluk Hidup. 


Berbeda dengan pendapat umum, bahwa utusanTuhan hanya terbatas para Rasul saja, 


Bagi orang Jawa setiap makhluk hidup adalah utusan Tuhan.

Setiap makhluk hidup khususnya manusia berkewajiban HAMEMAYU HAYUNING BAWANA, menjaga kelestarian alam, memakmurkan bumi, menciptakan kedamaian dan keselamatan di alam dunia.

.

.

2. Da-Ta-Sa-Wa-La 


Jika dibaca, Dat-a-suwala akan bermakna : Dzat yang tidak boleh dibantah.


Siapa yang dimaksud?


Tidak lain adalah : Tuhan Yang Maha Esa.


Tuhan adalah : Dzat yang tidak boleh dibantah oleh manusia yang menjadi utusan-Nya.

Sehebat apa pun manusia di bumi ini,  tidak ada yang mampu menandingi kekuasaan Tuhan.

Sekali lagi, manusia hanya bersifat sebagai UTUSAN, bukan PENGUASA.


Oleh karena itu wajib untuk tunduk terhadap aturan yang sudah ditetapkan oleh Sang Pengutus, yang sering disebut dengan istilah hukum karma atau Nandhur~Ngunduh.

.

.

3. Pa-Dha-Ja-Ya-Nya 


Jika dibaca, Padha Jayané, akan bermakna sama² unggulnya dan mulia.


Siapa yang sama unggulnya dan mulia?


Yaitu : Badan Wadag dan Sukma Sejati.


Dalam menjalankan perannya sebagai utusan Tuhan, manusia wajib menjaga keseimbangan antara urusan badan Wadag dan Sukma Sejati


Seorang manusia tidak dibenarkan berkarya tanpa dilandasi niat ibadah, karena bekerja dengan cara tersebut hanya melahirkan keserakahan yang membuatnya keluar dari tujuan hidup yang sebenarnya.


Sebaliknya, manusia juga tidak dibenarkan melakukan sembahyang saja, tanpa disertai usaha dan bekerja.


Orang yang melakukan sembahyang tanpa kerja, sesungguhnya termasuk golongan egois.


Dia hanya mementingkan diri sendiri, dengan  harapan ingin masuk surga tetapi tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya, termasuk keberadaan tubuhnya. 


Seorang manusia sempurna (insan kamil) adalah : dia yang bisa bekerja dengan dilandasi semangat ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Yang lebih  menarik, orang Jawa dalam beribadah tidak mengharapkan pahala, karena semboyan hidup mereka adalah : 


NARIMO ING PANDUM.


Menerima pemberian-Nya. 

sekali lagi,menerima bukan mengharapkan. 

.

.

4. Ma-Ga-Ba-Tha-Nga 


Merupakan singkatan dari Sukma -Raga Bathang, yang bermakna : Ruh -Tubuh Bangkai/Bathang.


Maksudnya adalah : kalimat ini merupakan akhir dari perjalanan manusia sebagai utusan Tuhan di bumi.


Jika roh meninggalkan tubuh, maka yang tersisa hanya tinggal bangkainya saja. Dalam keadaan ini, manusia sudah tidak lagi disebut manusia, karena eksistensinya telah berakhir.


Kalimat terakhir ini mengingatkan manusia, agar tidak terlalu membanggakan dirinya, karena jika Sang Roh pergi meninggalkan tubuhnya, maka yang tersisa hanya tinggal bangkai/bathang saja.


Kalimat ini mengingatkan manusia, bahwa tubuh hanyalah kendaraan bagi Sang Roh dalam menjalankan perannya sebagai utusan Tuhan. Tanpa roh, raga hanya lah bangkai yang tidak berarti.


Leluhur Nusantara memang hebat, ayo dipelajari tiap hari agar tetap lestari.



#AksaraJawa

Kamis, 01 April 2021

Menakar Konsistensi Badan Pekerja KONFERCAB PC PMII tulungagung

 Menakar Konsistensi Badan Pekerja KONFERCAB PC PMII tulungagung



Oleh: Sahabat Fikri Imanullah Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ketua 2 BIDANG EKSTERNAL DAN GERAKAN Komisariat PMII STAI DIPONEGORO TULUNGAGUNG 2020-2021.

PMII merupakan organisasi mahasiswa, wadah mahasiswa Islam di kampus agama maupun umum, baik di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun swasta (PTS). Organisasi ini lahir sejak tahun 1960 berhaluan Ahlu Sunnah Waljamaah dan berasaskan Pancasila dengan model gerakan kritis untuk menjadi penyeimbang kekuasaan.

Sudah 60 tahun PMII hadir sebagai organisasi gerakan berbasis kaderisasi intelektual. Hadir sebagai penyeimbang, sebagai solusi, dan sebagai refresentatif kepentingan rakyat Indonesia. Pelbagai dinamika politik telah dilaluinya, peristiwa 1965, 1974 hingga 1998.

Akhir-akhir ini gerakan PMII mulai pudar dalam menyoal problematik kebangsaan dan kenegaraan seperti dampak pandemi Covid-19 yang menjalar sampai tatanan bawah masyarakat melalui melemahnya perekonomian negara.

Oleh karenanya hadirnya PMII sebagai solusi harus mampu memberikan efek positif pada persoalan bangsa yang tidak main-main ini. Permasalahan internal PMII-pun turut menghinggapi hingga pada tataran Cabang dan Koordinator Cabang yang sudah masa habis SK tetapi tidak kunjung Konfercab dan Konkorcab.

Hal ini jelas mencederai AD/ART PMII yang termaktub di pasal 20 ayat 6 dan 10 tentang masa habis SK Kepengurusan Cabang setahun. Permasalahan ini terjadi di kabupaten Tulungagung Jatim yaitu PC PMII Kabupaten Tulungagung yang masa SK sudah habis sejak bulan september dan sampai sekarang belum ada pergantian kepengurusan hampir dua tahun.

Ini jelas melanggar ketentuan konstitusional AD/ART PMII. Miris dengan adanya permasalahan ini sebagai bagian warga pergerakan merasa bertanggungjawab atas tindakan oknum yang menjalankan roda organisasi PMII tidak sesuai ‘rule‘ dengan bertindak secara inkonstituonal.

Maka dengan itu penulis berasumsi PMII Tulungagung dikuasai segelintir kelompok oportunis dengan memanfaatkan organisasi PMII sebagai kendaraan kepentingan praktis dan pragmatis.

Di Kabupaten Tulungagung, Pengurus Komisariat PMII IAIN Tulungagung, UBHI Tulungagung, STAI DIPONEGORO Tulungagung dll yang akan sebentar lagi menerima mahasiswa baru, tentunya akan segera menyelenggarakan pelaksanaan kaderisasi formal yakni MAPABA dalam menyambut bulan kaderisasi melalui rekruitmen mahasiswa baru/calon anggota dan kader PMII sebagai bagian langkah regenerasi agar PMII tetap eksis di kampus secara gerakan intelektualnya.

Namun bagaimana menyelenggarakan kaderisasi formal? Toh Pengurus Komisariat ada yang belum di lantik secara defenitif salah satunya PMII UBHI TULUNGAGUNG. Sayangnya realitas kaderisasi PMII ini tidak bisa dilihat dengan kasat mata, mungkin dilihat tetapi hanya dilihat oleh kacamata gelap. Saking gelapnya sampai tidak terlihat apa yang menjadi problem kaderisasi PMII di Kabupaten Tulungagung saat ini.

Kongres XX PMII sudah dilaksanakan pada tanggal 16-20 Maret 2021 yang lalu. Hal itu tertera di surat edaran PB PMII Nomor 585.PB-XIX.02-197.A-1.08.2020. Tidak hanya itu, tertera juga di surat edaran tersebut menyoal Pengurus Cabang yang sudah habis masa SK untuk segera melakukan pergantian pengurus melalui Konferensi Cabang (Konfercab) jika tidak akan di karteker.

 

 

Kabarnya PMII Tulungagung akan menggelar Konfercab pada tanggal 9-11 April 2021. Hal itu tertera di surat edaran tgl 17 Februari 2021 PC PMII Nomor 055.PC-XXIV.V-04.01-045.A-I.02.2021 tentang SURAT KEPUTUSAN STRUKTUR BADAN PEKERJA KONFERCAB (BPK) KONFERENSI CABANG XXV PC PMII TULUNGAGUNG. Namun ketua cabang bahkan tidak mengundang seluruh komisariat dan rayon pemilik suara penuh untuk MUSPIMCAB atau sosialisasi secara langsung dan terbuka. Penulis juga membeberkan cacat hukum dalam syarat konferensi, dengan pembatasan Calon ketua dan calon Ketua KOPRI cabang minimal telah menyelesaikan studi S1 per-tanggal 22 Maret 2021, dibuktikan dengan ijasah/SKL

“Padahal di PO tidak menerangkan adanya syarat Lulus studi S1 seperti itu, ini merugikan bagi kader yang ingin maju sebab terkesan Panitia BPK KONFERCAB ingin memainkan aturan sendiri dan meng-cancel calon lain. Dan akhirnya muncul SURAT KEPUTUSAN 001.BPK-PC-XXIV.V-04.01.C-I.03.2021 Tentang PENETAPAN BAKAL CALON KETUA CABANG DAN KETUA KOPRI CABANG PC PMII TULUNGAGUNG


 

Sebab itu konsistensi PC PMII Tulungagung mengenai kaderisasi perlu dipertanyakan terkait permasalahan kaderisasi yang ada di bawah? Apakah hanya sekadar surat formalitas yang diedarkan kepada kader PMII di bawah dan ditindaklanjuti dengan bualan semata? Maka dengan demikian penulis juga mempertanyakan Konsistensi Badan Pekerja KONFERCAB PC PMII tulungagung terhadap Proses Pelaksanaan Penjaringan Calon Ketua PC PMII Tulungagung yang dinilai Cacat Hukum dan terkesan tidak Serius dalam menjalankan amanat Organisasi.

Panorama Kepiawaian Lalat (disingkat PKL) FIKRI IMANULLAH

 FIKRI IMANULLAH*

Tulisan ini terinspirasi ketika saya sedang asyik tidur siang di Sekretariat PMII Komisariat STAI Diponegoro Tulungagung bersama adik-adik kader PMII saat bercengkerama tentang KONFERCAB PMII Tulungagung. Seketika rasa kejengkelan saya muncul dengan kehadiran lalat yang berkerumun di sekitar tempat kami sedang tidur siang yang sesekali juga menempel di sekitar badan kami, namun anehnya beberapa sahabat disamping saya tetap saja tertidur pulas meski telah dihinggapi beberapa ekor lalat bak artis Ariel Noah yang dikerumuni oleh sejumlah fans beratnya untuk sekedar berswafoto dengannya. Mungkin saja, adik-adik disamping saya ini sudah terbiasa dengan habitat spesies yang satu ini, hingga tak menghiraukan kehadiran lalat ini. Hehehe...



Menurut orang-orang, lalat itu hewan kotor, jijik, dan jadi biang penyakit. Namun, mengapa di balik sosoknya yang kotor itu, Tuhan tak ragu membuat perumpamaan dengannya, sebagaimana yang tercantum pada Surah al-Hajj : 73, 


يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَنْ يَّخْلُقُوْا ذُبَابًا وَّلَوِ اجْتَمَعُوْا لَهٗ ۗوَاِنْ يَّسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْـًٔا لَّا يَسْتَنْقِذُوْهُ مِنْهُۗ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوْبُ

   

Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, Maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, Tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan Amat lemah (pulalah) yang disembah.


Lalat merupakan jenis serangga yang bersayap ganda.  Ia mempunyai banyak kelebihan yang terdapat pada modifikasi tubuhnya yang membuatnya hidup secara aman dan leluasa. Karena di bagian bawah perutnya terdapat paruh yang berfungsi untuk menjadi keseimbangan lalat di kala menapak pada benda yang halus.


Sebagaimana kaki-kakinya terdapat pula paruh yang lengket untuk memudahkan penyinggahan pada benda-benda yang sangat halus. Begitu pula dengan bagian mulutnya, mulutnya dilengkapi dengan bibir dan sengatan.


Lalat mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam mengeluarkan enzim pencerna. Proses pengeluaran enzim ini secara langsung dengan cara memasukkannya ke makanan serta membawanya ke benda-benda mainan, sehingga kandungan kimia makanan tersebut bisa berubah.


Lalat ini telah banyak dijadikan objek penelitian hewan dan genetika, agar ditemukan cara meminimalisir volume keganasannya dalam memindahkan suatu penyakit. Walaupun secara prisip kajian ini bertujuan mengetahui pola kehidupan bakteri yang dibawa melalui lalat ini. Hanya saja hasil-hasil dari penelitian ini menegaskan adanya unsur-unsur penghancur mikroba yang terpusat pada salah satu sayapnya. Dan untuk menghindari pengaruh dari unsur-unsur yang menghancurkan mikroba, mikroba berlindung pada sayap lain. Unsur penghancur dan terdapat pada salah satu sayap itu mengeluarkan bakteri pada saat menyentuh bagian atas tengah makanan, lalu menyebar sangat cepat, serta pengaruhnya yang mematikan terhadap mikroba.


Berdasarkan paparan diatas, bahwasanya Al-Quran mengandung kemukjizatan ilmu pengetahuan lain yang tercermin pada ikatan jaringan komponen tubuh yang terdapat pada hewan sejenis lalat ini yang banyak disepelekan orang.


Lalu timbul pemikiran untuk menuntaskan unsur-unsur ini, serta penggunaannya sebagai penawar dari penyakit yang tersebar melalui lalat ini. Bahwasanya segala kepastian yang kita ungkapkan melalui penelitian terhadap lalat ini, telah terungkap terlebih dahulu dalam Al-Quran dan Hadits Nabi sejak 14 abad yang lalu.


Sesungguhnya ini adalah bukti nyata bagi orang yang menginginkan kebenaran mutlak terhadap zat Allah swt untuk mencapai kepada keputusan yang benar. Sebagaimana yang dituturkan oleh Nabi Muhammad saw dalam sabdanya, 


 إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ فَإِنَّ فِي إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالأُخْرَى شِفَاءً


“Jika lalat jatuh pada minuman salah seorang dari kalian maka celupkanlah, kemudian ambillah kembali. Karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lain terdapat obat.” (HR. Bukhari).


Beberapa orang mungkin saja tidak senang dengan ide membenamkan lalat dalam makanan atau minuman. Namun, ini bisa diterapkan dalam kasus-kasus darurat. Ketika, misalnya, seseorang berada di padang pasir, hanya memiliki sedikit air atau minuman. Dalam kasus ini orang itu tidak punya pilihan selain untuk melakukan seperti yang direkomendasikan oleh Nabi. Jika tidak, maka ia akan mati kehausan atau infeksi. Jika seseorang merasa jijik, maka ia tidak harus melakukannya ketika itu terjadi saat meminum kopi, teh, susu, dan sebagainya, tapi ia tidak memiliki hak untuk menolak keaslian hadits ini. Hadits ini sangat otentik, seperti yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari.


Allah memberikan lalat kemampuan untuk membawa kuman pada salah satu sayapnya dan obat penawar pada sayap yang lain. Jika tidak, spesies lalat akan binasa sekarang, semua terkena kuman ini. Namun, lalat-lalat itu masih ada di lebih dari 87.000 spesies. Lalat membawa virus dari banyak penyakit, yang kemudian mencemari makanan, minuman dan tubuh. Penyakit yang diakibatkan oleh virus seperti flu, campak, gondok, cacar, kutil, demam kuning, penyakit hati menular, beberapa kasus kelumpuhan, beberapa jenis kanker, dan beberapa penyakit kronis dari sistem saraf.


Hadits ini menunjukkan adanya zat penawar bakteri pada salah satu sayap lalat. Ini adalah bukti kebenaran Muhammad SAW, padahal beliau bukanlah seorang ilmuwan, atau pakar kedokteran


Nah, menariknya ialah filosofi kehebatan lalat yang telah dipaparkan diatas ternyata juga menular kepada sejumlah kader PMII, mengapa? 

Makhluk yang dipandang lemah, jijik, dan kotor itu, ternyata memiliki kemampuan bermanuver luar biasa, ia mampu terbang dengan cepat untuk makhluk seukuran tubuhnya. Ia mampu berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan gesit. Per detiknya, ia mampu mengepakkan sayap 200 hingga 400 kali. Tak heran jika ia mampu mengecoh pihak yang mengejarnya. Bisa jadi inilah maksud dari firman  Allah, “Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tidaklah mereka dapat merebutnya kembali darinya. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah” (QS Al-Hajj [22]: 73). Kemampuan bermanuver juga sering ditampakkan oleh kader-kader PMII baik dalam hal aksi parlemen jalanan maupun pergulatan kajian intelektual. Jadi kesimpulannya, nikmatilah kebersamaan kalian dengan lalat, hehehe... anggap saja kebersamaan itu merupakan wujud dari Ukhuwah Makhluqiyah dan nilai dari Hablun minal Alam sebagaimana yang sering kalian tuturkan dalam setiap agenda kaderisasi.


Semoga Bermanfaat

Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamittharieq


*Penulis merupakan mantan Ketua IPNU PAC Boyolangu Pimpinan Cabang Kabupaten Tulungagung  dan Ketua 2 Bidang Eksternal dan Gerakan Pengurus Komisariat STAI DIPONEGORO TULUNGAGUNG 

Rabu, 13 Januari 2021

Pelajar NU Bumi Gayatri Boyolangu Terbitkan Karya fenomenal Buku Antologi.

 Pelajar NU Bumi Gayatri Boyolangu Terbitkan Karya fenomenal Buku Antologi.




Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PAC IPNU) dan Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPPNU) Kecamatan Boyolangu Tulungagung dengan diprakarsai Lembaga Pers jurnalistik dan Penerbitan (LPP) berhasil menerbitkan sebuah karya tulis berjudul Coretan Pelajar Bumi GAYATRI Boyolangu berbentuk buku antologi untuk pertama kalinya.

“Pentingnya penerbitan buku (antologi) ini dikarenakan salah satunya yaitu terkait dengan menggugah semangat literasi khususnya pelajar NU yang ada di Bumi Gayatri Boyolangu, wabil khusus lagi seluruh pengurus dan kader PAC IPNU IPPNU Kecamatan Boyolangu,” ungkap ketua PAC IPNU Boyolangu Tulungagung, Fikri Imanullah , Senin (11/1).



“Kami sangat disupport Majelis Alumni Boyolangu hingga Prof. Dr. H . Achmad Patoni, M.Ag berkenan memberikan kata pengantar buku ini karena harapannya buku i2ni bisa menjadi stimulus untuk terbitnya buku-buku yang lain hasil karya pelajar NU Tulungagung khususnya Pelajar Bumi Gayatri Boyolangu dengan gagasan-gagasan yang lebih segar dan mendalam,” imbuh Mahasiswa STAI DIPONEGORO TULUNGAGUNG asal Desa Wajakkidul yang terkenal dengan Gapura Naga Tangga Sewu dan Gunung Cilik Park nya itu.


Hal itu diamini oleh Direktur LPP PAC IPNU Boyolangu Rizki Anjar sebagaimana keterangan yang ia sampaikan pada Rabu (13/1). Menurutnya, program penerbitan buku yang berjudul Coretan Pelajar Bumi Gayatri Boyolangu tersebut menjadi program prioritas LPP mengingat sebelumnya PAC IPNU IPPNU Kecamatan Boyolangu belum pernah menerbitkan buku antologi hasil karya pelajar NU.

Mahasiswa IAIN Tulungagung jurusan Komunikasi Penyiaran Islam itu menegaskan, penerbitan buku tersebut merupakan langkah berat dan berani yang harus LPP ambil mengingat gairah literasi di PAC IPNU IPPNU Boyolangu masih terbilang kurang begitu memuaskan. LPP IPNU ingin di periode kepengurusan ini (masa khidmat 2018-2020) harus ada legacy; warisan yang bisa memicu semangat kepengurusan selanjutnya.



Buku hasil karya Pelajar NU Boyolangu Tulungagung Jawa Timur berjudul Coretan Pelajar Bumi GAYATRI Boyolangu tersebut tersedia di Gedung MWC NU BOYOLANGU Lantai 1. Kantor PAC IPNU IPPNU Kecamatan Boyolangu di Jalan Mastrip No. 5 Beji - Boyolangu - Tulungagung dan di beberapa lapak belanja daring, seperti Shopee dan Tokopedia.


Kontributor: Fikri Imanullah dan tim







Kamis, 07 Januari 2021

GAJAH MATI MENINGGALKAN GADING, MANUSIA WAFAT MENINGGALKAN KARYA BERBENTUK BUKU

Harta, kekayaan, asset tidak akan dibawa mati, akan tetapi amal ibadah yang akan dibawa mati. Demikian kata Gus fahmi mengawali diskusi di Basecamp kami di jalan raya Beji - Boyolangu - Tulungagung, Kamis (7/1).


Walaupun dalam suasana hujan, namun peserta Diskusi yang hadir lumayan banyak. Tema Diskusi adalah “Amal Ibadah akan Dibawa Mati”.

Semua perbuatan selama hidup di dunia yang fana akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Kekayaan didapat dari mana, dipakai untuk apa. Jika manusia meninggal dunia, maka ada 3 amalan yang akan dibawa mati. “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631).

  1. Sedekah Jariah : Sedekah jariah adalah sedekah yang diberikan dalam bentuk apapun namun memberi manfaat yang panjang tiada putus bagi orang lain. Seperti membangun masjid, menggali sumur, mencetak buku yang bermanfaat serta berbagai macam wakaf yang dimanfaatkan dalam ibadah.
  2. Ilmu yang bermanfaat : Amalan terakhir yang akan diberi pahala tiada putus oleh Allah SWT adalah ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat ini adalah ilmu yang berguna bagi orang lain dalam hal kebaikan. Selama ilmu yang diajarkan tersebut masih digunakan dan diamalkan. Amal akan dibawa mati dapat dimanfaatkan oleh orang lain maka selama itu pula pahala yang tiada henti akan mengalir terus kepada orang yang memberikan ilmu yang bermanfaat tersebut. Sekalipun orang yang memberikan ilmu tersebut talah meninggal dunia


2. Anak yang Shaleh : Amalan selanjutnya yang memberikan pahala tiada henti bagi yang melakukannya adalah anak yang shaleh. Anak yang shaleh adalah anak yang dididik dengan sangat baik oleh orang tuanya sehingga anak tersebut menjadi anak yang taat kepada Allah Swt. Oleh karena itu jika diamanahi anak oleh Allah, hendaknya dididik sebaik mungkin hingga jadi anak 
yang saleh.



jadilah manusia ulil albab dan tinggalkan berbagai pusaka keabadian berupa buku atau karya.


*bagi yang menginginkan buku diatas bisa hubungi admin  (081354704412) untuk pemesanan (Harga PO RP. 70.000, BELUM TERMASUK ONGKIR BAGI PEMESAN LUAR TULUNGAGUNG)

karena ada anonim mengatakanGAJAH MATI MENINGGALKAN GADING, MANUSIA WAFAT MENINGGALKAN KARYA BERBENTUK BUKU*

Rabu, 06 Januari 2021

DIALOG MANUSIA DENGAN AL QUR'AN TENTANG MUSIBAH (COVID-19)




*Manusia bertanya kepada Sang Khaliq :*


Ya Allah, apakah gerangan yang sedang menimpa kami saat ini ?

.

*Al Qur'an menjawab :*

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan” (QS. Al-Baqarah : 155)

.

*Mengapakah kami harus diuji dengan wabah corona seperti ini ?*

.

*Al Qur'an menjawab :*

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi ?” (QS. Al-Ankabut : 2)

.

*Untuk apa sesungguhnya ujian ini, ya Allah ?*

.

*Al Qur'an menjawab :*

“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah ; barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya” (QS. At-Taghabun :11)

.

*Namun, mengapa harus terjadi pada kami ?*

.

*Al Qur'an menjawab :*

“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta" (QS. Al-Ankabut : 3)

.

*Darimana datangnya musibah ini ya Allah ?*

.

*Al Qur'an menjawab :*

“Dari mana datangnya ini ?” Katakanlah: “Itu dari dirimu sendiri” (QS. Ali Imran: 165)

.

*Tapi ya Allah, wabah ini sungguh buruk bagi kami….*

.

*Al Qur'an menjawab :*

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu ; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah : 216)

.

*Telah sesak nafas kami, berat hidup kami, gara-gara wabah ini….*

.

*Al Qur'an menjawab :*

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah : 286)

.

*Kami tidak bisa bekerja ya Allah, kami dikurung di rumah saja, kami tidak bisa berbuat apa-apa….*

.

*Al Qur'an menjawab :*

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran : 139)

.

*Terkadang, wabah ini memberikan tekanan yang demikian dahsyat kepada kami. Rasanya kami telah menyerah kalah. Sebagian dari kami bahkan telah berputus asa.*

.

*Al Qur'an menjawab :*


“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir" (QS. Yusuf : 87).


“Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang-orang yang sesat” (QS. Al-Hijr: 56)

.

*Kami menjadi gelisah, tidak tenang, karena beban berat yang kami hadapi akibat wabah ini….*

.

*Al Qur'an menjawab :*

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’du: 28)

.

*Di saat sempit seperti ini, masih adakah jalan keluar bagi kami ? Masih adakah pintu rezeki untuk menyambung hidup kami ya Allah ?*

.

*Al Qur'an menjawab :*


“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).


“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya” (QS. Ath-Thalaq: 4)

.

*Tapi, perusahaan sudah memotong gaji kami. Bahkan sebagian dari kami, sudah tidak memiliki pekerjaan lagi. Siapa yang akan memberikan rezeki kepada kami ?*

.

*Al Qur'an menjawab :*

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya" (QS. Hud: 6)

.

*Sudah selama ini kami menjalani kebijakan Stay At Home.* *Rasanya sudah tidak kuat untuk terus menerus dikurung di dalam rumah. Lelah ya Allah. Sungguh kami tidak tahu, sampai kapan suasana ini….*

.

*Al Qur'an menjawab :*

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran : 200)

.

*Mengapa Engkau menyuruh kami untuk bersabar ?*

.

*Al Qur'an menjawab :*

“Allah mencintai orang-orang yang sabar” (QS. Ali Imran : 146)

.

*Adakah balasan atas kesabaran kami ya Allah ?*

.

*Al Qur'an menjawab :*

“Sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan” (QS. An-Nahl : 96)

.

*Alhamdulillah. Seberapa banyakkah pahala yang akan Engkau berikan kpd kami ?*

.

*Al Qur'an menjawab :*

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (QS. Az-Zumar : 10)

.

*Masya Allah… Lalu bagaimana nasib kami kelak di akhirat ya Allah ?*

.

*Al Qur'an menjawab :*

“Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (surga),(sambil mengucapkan) ‘SeLamat untuk kalian atas kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu” (QS. Ar-Ra’du : 23-24)

.

*Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah...*


Sekarang kami tenang ya Allah, kami ridha dengan ketentuan-Mu, kami bersabar dengan ujian-Mu.

.

*Al Qur'an menjawab :*


*“Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya” (QS. Al-Bayyinah : 8)*


*“Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar" (QS. At-Taubah : 72)*



"📖 *_Khasanah Al Qur'an_* 📖"

-----------------------------

Senin, 21 Desember 2020

INI NIH YANG PENASARAN DENGAN DESKRIPSI UDENG IKET KEPALA MOTIF KHAS TULUNGAGUNG

DESKRIPSI UDENG IKET KEPALA MOTIF KHAS TULUNGAGUNG





Warna hitam dan putih:

Hitam dan putih atau Rwa Bhineda
. Rwa artinya dua, Bhineda artinya berbeda.
Artinya sebagai dua hal berbeda dalam kehidupan yang selalu menjadi satu dan tak terpisahkan satu sama lain.

Batik Kawung.
Batik kawung menggambarkan unsur kiblat papat limo pancer atau sangkan paraning dumadi. Penggambaran kekuatan empat penjuru dengan kekuatan utama ditengah.
Di Tulungagung motif batik kawung terdapat di Candi Gayatri Boyolangu. Direliefkan pada Patung gayatri dengan maksud sebagai penghormatan tertinggi kepada beliau karena keluhuran dan telah mencapai kesempurnaan hidup.

Dwarapala atau Retjo pentung:
Dwarapala
merupakan gabungan dari dua suku kata yaitu dwara (Dvāra) yang berarti pintu dan pala (Pāla) yang berarti penjaga. Jadi Dwarapala berarti penjaga pintu masuk

Penempatan patung drawapala di empat penjuru pintu masuk Kota Tulungagung dimaksudkan sebagai penanda memasuki kawasan yang sakral atau kawasan dengan peradaban yang sangat tua yang wajib dijaga dan dihormati . Di Tulungagung temuan terbanyak dan tersimpan di Museum adalah Patung Drawapala.

Aksara jawa.

Menggambarkan hubungan sejarah Kabupaten tulungagung dengan Kerajaan Mataram Islam dengan situs Makam Kuno Katumenggungan Surontani di Desa Wajak Kidul dan Desa Tanggung serta Makam makam lain yang hampir kesemuanya berhubungan dengan Kerajaan Mataram Islam.
Surya majapahit
Maknanya: Menggambarkan keterikatan Bumi Tulungagung dengan kerajaan Majapahit dengan bukti keberadaan Candi Dadi bersudut Sembilan dan tanpa tangga. Penjabaran Lambang Surya Majapahit ( Batara Nawa Sanga atau Dewa penjaga Sembilan penjuru arah mata angin )

Bumi agung
maknanya: Bumi dengan peradaban yang sangat tua. Manusia purba tertua di dunia.

Waskitha
Maknanya: Bumi atau tempat yang banyak dijadikan aktifitas spiritual dan pembelajaran sejak jaman kerajaan dengan bukti  banyaknya Candi, goa dan pertapaan yang menggambarkan aktifitas spiritual, aktifitas budaya dan pembelajaran dibanyak tempat

Mukti
Maknanya: Bumi tempat yang selalu dikunjungi pemimpin, para ksatria atau kaum Bangsawan dalam mencari dan mengejar kamukten serta meminta perlindungan.

Kesimpulan
Bumi agung waskitha mukti adalah : Bumi dengan  peradabannya yang sangat tua sangat sakral, banyak tempat pertapaan, pusat pendidikan, pembelajaran, sering dikunjungi Raja, Pemimpin atau ksatria dalam upaya mencari ilmu, meminta nasehat - menempa diri dalam upaya mencari kesempurnaan atau kemuliaan hidup.

Udeng atau iket kepala motif khas Tulungagung ketika dikenakan adalah wujud bhakti atau menjaga Tulungagung ( drawapala ) penghormatan tertinggi ( dipakai dikepala ), mengikat angan angan atau nafsu serta memahami ( mudeng atau mengerti ) jika berada di daerah yang luhur, suci atau daerah dengan yang peradaban tinggi.  



                                            TULUNGAGUNG
BUMI AGUNG WASKITHA MUKTI






Minggu, 20 Desember 2020

PELANTIKAN PERANGKAT ATAU SEKRETARIS DESA YANG BARU - SEMOGA AMANAH DAN TIDAK KORUPSI


Hari ini masih menyengat matahari pagi, banyak warga masyarakat wajakkidul sudah beraktivitas seperti lumrahnya. akan tetapi ada hal yang berbeda dimana banyak masyarakat yang membicarakan tentang adanya proses pelantikan perangkat desa yang katanya digelar hari ini. desas desus dan kabar burung berseliweran hingga ada yang mengatakan untuk menjadi perangkat desa membutuhkan mulai 50xxxx hingga 200xxxx. Ah katanya masyarakat memang beragam, sudahlah memang urusan jabatan mau dibeli berapapun pasti ada yang mau berkorban. kita hanya mendoakan siapapun yang menjadi pimpinan atau sekelas perangkat desa seperti sekretaris desa ini cukuplah amanah dan jangan korupsi atau kongkalikong untuk membodohi rakyat. saatnya kalian memperjuangkan keseluruhan masyarakat. dan pemuda dalam hal ini karangtaruna adalah sebagai pengawas dan kepanjangan organ masyarakat untuk memperbaiki sistem nya.

selamat dan sukses untuk pelantikan sekretaris desa wajakkidul... semoga amanah dan mampu berjuang untuk pemuda wajakkidul dan masyarakat wajakkidul.  amiinn


apa fungsi dari sekretaris desa alias kita menyebutnya carik.. jabatan parlente yang banyak diburu katanya hehehehe :)

kita simak penjelasannya di bawah ini


 Sekretaris Desa dan Tugasnya


Sekretaris desa merupakan salah satu perangkat desa. Ini disebut dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (“UU Desa”) dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (“PP 43/2014”) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa(“PP 47/2015”).1 Perangkat Desa berkedudukan sebagai unsur pembantu kepala Desa.2 Sekretariat desa dipimpin oleh sekretaris Desa yang dibantu oleh unsur staf sekretariat yang bertugas membantu kepala desa dalam bidang administrasi pemerintahan.3

 

Pemberhentian dan Pengangkatan Perangkat Desa

Kepala Desa memberhentikan Perangkat Desa setelah berkonsultasi dengan Camat. Perangkat Desa berhenti karena:4

meninggal dunia;permintaan sendiri; dandiberhentikan.

 

Perangkat Desa diberhentikan karena:5

usia telah genap 60 tahun;dinyatakan sebagai terpidana berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;berhalangan tetap;tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai perangkat desa; danmelanggar larangan sebagai Perangkat Desa.

 

Seharusanya jika sekretaris desa yang lamaberhenti, maka diangkat sekretaris desa yang baru. Perangkat Desa diangkat oleh Kepala Desa setelah dikonsultasikan dengan Camat atas nama Bupati/Walikota.6 Bagaimana mekanismenya?

 

Pengangkatan perangkat desa dilaksanakan dengan mekanisme sebagai berikut:7

Kepala Desa melakukan penjaringan dan penyaringan atau seleksi calon perangkat Desa;Kepala Desa melakukan konsultasi dengan camat atau sebutan lain mengenai pengangkatan perangkat Desa;Camat atau sebutan lain memberikan rekomendasi tertulis yang memuat mengenai calon perangkat Desa yang telah dikonsultasikan dengan kepala Desa; danRekomendasi tertulis camat atau sebutan lain dijadikan dasar oleh kepala Desa dalam pengangkatan perangkat Desa dengan keputusan kepala Desa.

 

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa(“Permendagri 83/2015”) juga mengatur mengenai mekanisme pengangkatan perangkat desa sebagai berikut yang pada dasarnya sama dengan yang diatur dalam PP 43/2014 sebagaimana telah diubah dengan PP 47/2015:8

Kepala Desa dapat membentuk Tim yang terdiri dari seorang ketua, seorang sekretaris dan minimal seorang anggota;Kepala Desa melakukan penjaringan dan penyaringan calon Perangkat Desa yang dilakukan oleh Tim;Pelaksanaan penjaringan dan penyaringan bakal calon Perangkat Desa dilaksanakan paling lama 2 (dua) bulan setelah jabatan perangkat desa kosong atau diberhentikan;Hasil penjaringan dan penyaringan bakal calon Perangkat Desa sekurang-kurangnya 2 (dua) orang calon dikonsultasikan oleh Kepala Desa kepada Camat;Camat memberikan rekomendasi tertulis terhadap calon Perangkat Desa selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja;Rekomendasi yang diberikan Camat berupa persetujuan atau penolakan berdasarkan persyaratan yang ditentukan;Dalam hal Camat memberikan persetujuan, Kepala Desa menerbitkan Keputusan Kepala Desa tentang Pengangkatan Perangkat Desa; danDalam hal rekomendasi Camat berisi penolakan, Kepala Desa melakukan penjaringan dan penyaringan kembali calon Perangkat Desa.

 

Jika seorang sekretaris desa sebagai perangkat desa berhenti, menurut hemat kami seharusnya dipilih dan diangkat sekretaris desa yang baru. Pengangkatan sekretaris desa sebagai perangkat desa tetap harus melalui mekanisme-mekanisme di atas, seperti antara lain kepala desa berkonsultasi dengan camat atau sebutan lain dan diperoleh rekomendasi tertulis dari camat atau sebutan lain tersebut yang memuat mengenai calon perangkat desa yang telah dikonsultasikan dengan kepala Desa, yang kemudian menjadi dasar bagi kepala desa dalam pengangkatan perangkat Desa.

 

Namun, selama proses pengangkatan sekretaris desa yang baru pasti ada kekosongan jabatan. Dalam hal terjadikekosongan jabatan perangkat desa (dalam hal ini sekretaris desa), maka tugas perangkat desa yang kosong dilaksanakan oleh Pelaksana Tugas yang memiliki posisi jabatan dari unsur yang sama. Pelaksana Tugas ditetapkan oleh Kepala Desa dengan Surat Perintah Tugas yang tembusannya disampaikan kepada Bupati/Walikota melalui Camat paling lambat 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal surat penugasan. Pengisian jabatan Perangkat Desa yang kosong selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sejak Perangkat Desa yang bersangkutan berhenti.9

 

Jadi menjawab pertanyaan Anda, memang secara eksplisit tidak diatur ketentuan jika terjadi kekosongan jabatan, sekretaris desa dapat digantikan langsung oleh perangkat desa lainnya tanpa melalui mekanisme (suatu proses seleksi). Dalam Permendagri 83/2015 hanya disebutkan dalam hal terjadi kekosongan jabatan perangkat desa (dalam hal ini sekretaris desa), maka tugas yang kosong dilaksanakan oleh Pelaksana Tugasyang memiliki posisi jabatan dari unsur yang sama dengan sekretaris desa. Pelaksana Tugas ini ditetapkan oleh Kepala Desa dengan Surat Perintah Tugas.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar hukum:

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desasebagaimana telah diubah denganPeraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

 

1 Pasal 48 huruf a UU Desa jo. Pasal 61 ayat (1) huruf a PP 43/2014

2 Pasal 61 ayat (2) PP 43/2014

3 Pasal 62 ayat (1) PP 47/2015

4 Pasal 5 ayat (1) dan (2) Permendagri 83/2015

5 Pasal 5 ayat (3) Permendagri 83/2015

6 Pasal 49 ayat (2) UU Desa

7 Pasal 66 PP 43/2014

8 Pasal 4 ayat (1) Permendagri 83/2015

9 Pasal 7 Permendagri 83/2015

TINGKEPAN PARI DAN PERUBAHANNYA

 TINGKEPAN PARI


Upacara adat tingkepan pari adalah upacara yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan pada yang maha kuasa agar padi dapat berbuah dengan baik. Selain itu, upacara ini bertujuan sebagai sarana untuk menyambung tali silahturahmi antar sesama warga dengan membangun rasa saling tolong menolong. Beberapa daerah menyebut tradisi ini dengan istilah lain, misalnya di Mergoasri, Tuban tradisi tingkepan pari disebut dengan ‘Kaleman’ (mergoasri-parengan.desa.id, 2020). Namun, untuk daerah lain seperti di Laban, Kendal-Jawa Tengah (inibaru.id, 2018); Jati, Soko-Tuban (kongkrit.com, 2019); dan sebagainya.

Tingkepan pari merupakan sebuah tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang yang dipengaruhi oleh agama Hindu-Budha dan mempercayai bahwa Dewi Sri adalah Dewi pertanian, Dewi padi dan sawah, serta Dewi kesuburan. Selain itu, Dewi Sri juga dipercaya sebagai dewi yang menguasai ranah dunia bawah tanah dan bulan. Perannya mencakup segala akses, Dewi ibu yakni sebagai perlindungan kelahiran dan kehidupan. Dewi Sri juga mengendalikan bahan makanan di bumi terutama padi, ia juga disebut sebagai Dewi pengatur kehidupan, kekayaan dan kemakmuran manusia.

Masyarakat di Desa sebelah selatan Tulungagung  memiliki suatu tradisi, bahkan hingga saat ini masih  dilaksanakan oleh orang-orang yang bermata pencaharian sebagai petani. Tradisi ini disebut tingkepan pari, sama halnya dengan manusia yang melaksanakan  upacara tingkepan yaitu pada bayi berumur 7 bulan dalam kandung. Namun perbedaannya tingkepan pari ini dilakukan ketika tanaman padi berumur 2 bulan setelah di tanam di sawah. Tingkepan pari dilaksanakan sama seperti buka sawah yang dilaksanakan pada hari jumat kliwon hanya waktu yang bertepatan pari atau padi sudah hidup subur menghadapi buah atau saat padi akan berbuah. Tujuan dari tingkepan pari yaitu mensyukuri atas tanaman yang di tanam dan buah yang akan timbul semoga berbuah dengan baik. Selain itu memohon agar diberikan perlindungan dari berbagai macam penyakit padi dan kelancaran hingga panen.

Terdapat beberapa syarat yang harus ada dalam upacara buka sawah yaitu sego kokoh dan cok bakal. Beberapa orang membawa makanan berupa sego kokoh dan lauk ayam lodho. Dalam kenduri, lodho sego gurih juga disebut sekul suci ulam sari yang berarti nasi suci dan lauk inti. Sego kokoh atau sego gurih ini dimasak dengan santan dan garam hingga rasanya menjadi gurih, dengan memakan sego gurih dipercaya akan mendatangkan keberkahan dan kemakmuran bagi yang menikmatinya. Ayam adalah lambang dari rasa syukur dan kenikmatan yang didapatkan. Selain itu ayam juga merupakan bentuk doa baik bagi manusia agar bisa meniru perilaku ayam. Ayam tidak melahap semua makanan yang diberikan padanya, melainkan hanya memilih makanan mana yan baik dan tidak.

Cok bakal merupakan sesaji yang dulunya ditujukan sebagai bentuk permohonan keselamatan dan keberkahan kepada dewi padi. Dewi padi merupakan dewi kesuburan yang dipanggil dengan sebutan nama Dewi Sri. Cok bakal juga sebagai simbol permulaan dalam kehidupan yang berawal dari ketiadaan mnejadi ada, serta sebagai simbol hubungan antara tuhan dengan manusia. Makna dari kata cok bakal “Cikal Bakaling Urip Dumadining Jagat Sakalir, Eling Marang Purwa Duksina Jantraning Gesang” yang berarti asal mula kehidupan terjadinya seluruh alam semesta, menginat pada awal dan akhir kehidupan. Masyarakat jawa menggunakan cok bakal sebagai media awal dalam melaksanakan suatu kegiatan juga sebagai rasa syukur kepada tuhan agar kegiatan yang dilaksanakan lancar tanpa halangan. Dalam cok bakal biasanya terdiri dari telur, beras, gula, garam, cabe rawit, rempah-rempah, bumbu dapur, irisan kelapa yang sudah dipisahkan dari tempurungnya, badek ketan (air dari tape ketan), bunga setaman, biji-bijian yang diletakkan dalam satu wadah dari daun pisang bernama takir.

Jumat, 18 Desember 2020

TRADISI UNIK BUKAK SAWAH "PAKEAN" DI WAJAK TULUNGAGUNG


 Tradisi Pakean (ritual adat sebelum membuka lahan dalam jumlah besar) sudah turun temurun dilakukan masyarakat sejak zaman nenek moyang, seperti yang dilakukan di Desa Wajakkidul  Kecamatan Boyolangu , Rabu (16/12/2020).

Adat istiadat adalah segala aturan ketentuan, tindakan yang menjadi kebiasaan secara turun temurun. Wujud dari kebudayaan yang juga direalisasikan melalui sistem upacara adat, seperti wujud kelakuan dari sistem religi yang mempengaruhinya. Upacara adat merupakan pelaksanaan dan pengembangan konsep yang terkandung dalam keyakinan pada masyarakat yang mampu memberikan pesan moral. Melalui pesan moral dalam upacara adat dapat mengingatkan manusia bahwa dalam kehidupan terdapat kekuatan di luar akal sehat manusia. Budaya yang ada di Indonesia memang unik dan menarik untuk dikaji atau di telusuri maknanya. Desa Wajakkidul yang berada di Kecamatan Boyolangu, Tulungagung masih kental dengan adat istiadat jawa dan terdapat beberapa upacara. Upacara Adat yang masih dilaksanakan di Desa Wajakkidul yaitu Buka Sawah "Pakean" Berikut penjelasan lebih lanjut :

BUKA SAWAH PAKEAN

Upacara buka sawah adalah upacara yang dilaksanakan sebagai bentuk permohonan masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberi kemudahan, kelancaran dan keselamatan dalam mengolah serta menggarap ladang sawah. Di beberapa daerah upacara ini memiliki sebutan lain, seperti Ngusaba Bukak di Desa Giri Ema, Buleleng-Bali (I GEDE, 2017); Mudas Tanah di Desa Meranggau, Meliau-Pontianak (pontianak.tribunnews.com, 2015); Buka Bumi di Sidomukti, Luwu Utara-Sulawesi Selatan (tekape.co, 2017); dan sebagainya.

Upacara buka sawah Pakean merupakan tradisi adat di Desa Wajakkidul yang  biasa dilakukan masyarakat secara turun menurun yang diwariskan oleh nenek moyang terdahulu. Ritual ini masih dilaksanakan sampai sekarang oleh masyarakat, dalam pelaksanaanya dilakukan setiap setahun sekali. Apabila hendak melakukan sesuatu maka perlu didahului dengan syukuran termasuk dalam mengolah sawah. Upacara buka sawah dilaksanakan sebelum petani mengerjakan sawahnya, yang pelaksanaanya pada hari Rabu kliwon untuk bulan pelaksaannya upacara tidak tentu menyesuaikan dengan keadaan. Pelaksanaan dihari rabu kliwon dikarenakan  hari tersebut merupakan hari yang menjadi pilihan yang sekaligus merupakan hari berdirinya Desa Wajakkidul. Setiap hajat atau upacara adat yang dilaksanakan oleh pemerintah desa selalu menggunakan hari Rabu kliwon atau bisa disebut dengan hari keramatnya desa. Dalam perkembangannya saat ini, masyarakat berinovasi dalam upacara buka sawah dengan mengadakan tumpengan sayur yang diarak mengelilingi desa yang diiringi dengan tarian reog dan mengadakan pentas seni.
karena saat ini pandemi maka pelaksanaan sesuai protokol kesehatan tetap dijalankan.

Terdapat beberapa syarat yang harus ada dalam upacara buka sawah yaitu sego kokoh dan cok bakal. Setiap orang membawa makanan berupa sego kokoh dan ayam lodho. Dalam kenduri, lodho sego gurih juga disebut sekul suci ulam sari yang berarti nasi suci dan lauk inti. Pada jaman dahulu hanya wanita suci diizinkan untuk memasak sego kokoh atau sekul suci ulam sari untuk kepentingan ritual seperti orang yang sudah tidak mengalami mentruasi (menopouse). Namum saat ini, sudah terjadi pergeseran yang memungkinkan bagi siapa saja untuk memasak. Sego kokoh atau sego gurih ini dimasak dengan santan dan garam hingga rasanya menjadi gurih, dengan memakan sego gurih dipercaya akan mendatangkan keberkahan dan kemakmuran bagi yang menikmatinya. Ayam adalah lambang dari rasa syukur dan kenikmatan yang didapatkan. Selain itu ayam juga merupakan bentuk doa baik bagi manusia agar bisa meniru perilaku ayam. Ayam tidak melahap semua makanan yang diberikan padanya, melainkan hanya memilih makanan mana yang baik dan tidak. Dalam upacara buka sawah ayam ini dimasak seperti opor namun memiliki kuah santan yang kental dengan aksen pedas cabai serta aroma bakar yang wangi, olahan ini biasa disebut ayam lodho.

Cok bakal merupakan sesaji yang dulunya ditujukan sebagai bentuk permohonan keselamatan dan keberkahan kepada dewi padi. Dewi padi merupakan dewi kesuburan yang dipanggil dengan sebutan nama Dewi Sri. Cok bakal juga sebagai simbol permulaan dalam kehidupan yang berawal dari ketiadaan mnejadi ada, serta sebagai simbol hubungan antara tuhan dengan manusia. Makna dari kata cok bakal “Cikal Bakaling Urip Dumadining Jagat Sakalir, Eling Marang Purwa Duksina Jantraning Gesang” yang berarti asal mula kehidupan terjadinya seluruh alam semesta, menginat pada awal dan akhir kehidupan. Masyarakat jawa menggunakan cok bakal sebagai media awal dalam melaksanakan suatu kegiatan juga sebagai rasa syukur kepada tuhan agar kegiatan yang dilaksanakan lancar tanpa halangan. Dalam cok bakal biasanya terdiri dari telur, beras, jenang sengkala, gula, garam, cabe rawit, rempah-rempah, bumbu dapur, irisan kelapa yang sudah dipisahkan dari tempurungnya, badek ketan (air dari tape ketan), bunga setaman, biji-bijian yang diletakkan dalam satu wadah dari daun pisang bernama takir.

Rangkaian upacara buka sawah Pakean, masyarakat khususnya para petani berkumpul untuk melaksanakan upacara buka sawah dengan membawa makanan dan beberapa sesaji yang akan dipersembahkan kepada Mbah Sumare Eyang Cokro Kusumo. Acara selanjutnya yaitu nyadran, yang merupakan kegiatan berkenduri di tempat yang di keramatkan dalam suatu wilayah untuk meminta berkah doa keselamatan terhadap apa yang akan dilaksanakan. Di Desa Wajakkidul nyadran diadakan di Makam Tumenggung Surontani yang di percaya sebagai tempat leluhur terdahulu. Selanjutnya sesepuh akan mengutarakan hajat yang diinginkan yaitu memohon kepada tuhan yang maha esa agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengolah sawah. Doa bersama yang akan dipimpin langsung oleh sesepuh, setelah semua selesai petani akan mengadakan makan bersama.

Dilakukan ritual adat Buka Sawah Pakean tersebut dilakukan dengan sesederhana mungkin. Selain itu, acara ritual ini juga dihadiri sekitar ratusan warga Desa Wajakkidul. Tampak antusias mayarakat setempat dengan adanya kegiatan upacara adat buka sawah ini.

“Untuk keselamatan bagi yang berkerja dan Kampung, memang sudah tradisi kalau kita mau masa tanam harus izin sama yang kuasa, begitu lah istilahnya, ” menurut juru kunci makam eyang cokro kusumo mbah Jarni , usai melakukan Kajat (baca) ritual adat Pakean.

Ia mengatakan, kearifan lokal tradisi Pakean memang ada sejak zaman nenek moyang, turun temurun hingga sekarang dan masih tetap dilaksanakan.

“Selesai acara ritual Pakean ini boleh langsung berkerja, tidak ada pantangannya, kecuali ritual yang bukan Pakean biasanya ada pantangan, ” ujarnya

Rabu, 16 Desember 2020

TUTORIAL PEMAKAIAN IKET KEPALA ALIAS UDENG TULUNGAGUNG - Pemasangan Udeng Khas Bumi Agung Waskita Jawi - Udeng Tulungagung Jatim

foto Pemasangan Udeng Khas Bumi Agung Waskita Jawi - Udeng Tulungagung Jatim 



menurut wikipedia Iket atau totopong (Sunda) atau udeng (Jawa & Bali) adalah penutup kepala dari kain merupakan bagian kelengkapan sehari-hari pria di pulau Jawa dan Bali, sejak masa silam sampai sekitar awal tahun 1800-an dan mulai populer kembali pada tahun 2013. Penggunaan iket bagi pria akil balik pada masa lalu menjadi keharusan karena dipercaya melindungi mereka dari roh-roh jahat, selain untuk fungsi-fungsi praktis seperti wadah /pembungkus, selimut, bantalan untuk mengangkut beban di kepala dsb, sedangkan saat ini lebih diperuntukkan sebagai aksesoris dan upaya melestarikan budaya Cara Memakai Iket Gaya Jawa Tulungagungan. bisa dicek di youtube kami : https://youtu.be/CK5sKzpnVuM


Di Jawa Timur khususnya masyarakat Mataraman, tutup kepala yang dibuat dari kain dikenal dengan sebutan iket, kain ikat udeng , atau udeng, semuanya adalah pelindung kepala yang berfungsi sebagai kelengkapan berbusana. Di samping itu ada pula dudukuy yaitu tutup kepala yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan seperti bambu, kayu dan daun yang hanya berfungsi sebagai pelindung kepala dari panas dan hujan.

Pada zaman dahulu iket juga mencerminkan kelas dalam masyarakat, hingga tampak jelas perbedaan kedudukan seseorang (pria) dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu iket Jawa juga sebagai bagian dari kelengkapan berbusana yang digunakan juga untuk memenuhi kebutuhan budaya yang dikaitkan dengan nilai budaya, adat istiadat serta pandangan hidup masyarakat.

Makna Iket Jawa Pada mulanya kata iket merupakan kata umum yang artinya ikat atau ikatan. Akan tetapi karena sesuatu yang diikatnya itu kepala (pria) dan berlangsung saat dangdan atau dangdos atau berdandan akhirnya kata iket itu menjadi kata khusus atau istilah yang mengandung pengertian ikat kepala.

Iket dipandang dan dianggap tepat sebagai benda yang dapat melindungi kepala saat melakukan aktivitas dan sekaligus menjadi atribut sosial. Bentuknya yang beragam diciptakan sebagai simbol yang berkaitan dengan keagamaan, upacara adat, dan status sosial tokoh-tokoh masyarakat yang dianggap mempunyai peranan dalam suatu kelembagaan

Iket berpadanan kata dengan totopong dan udeng (bahasa Sunda halus). Di-totopong berarti mengenakan tutup kepala menurut aturan tertentu. Bentuk totopong itu ada yang disebut Bendo, Porténg, Lohén, Barangbang Semplak atau Mantokan, Kuda Ngencar dan Paros Nangka”. Iket sebagai bagian dari kelengkapan anggoan pameget (busana pria) memiliki nilai estetik tinggi. Iket sebagai tutup kepala memiliki nilai yang lebih berharga dibandingkan dengan tutup kepala yang lain, karena dalam proses pembentukannya memerlukan kejelian, keterampilan, ketekunan, kesabaran dan rasa estetika yang tinggi dari pemakainya. Hal ini akan membuktikan bahwa iket dapat mencerminkan status simbol pemakainya.

Selain itu iket juga memiliki makna secara ilmu pengetahuan dan kepercayaan,iket sangat erat kaitannya dengan unsur tauhid dan budaya. Iket memiliki makna mengikat seperti ikatan yang terbentuk dari tali. Iket juga berarti totopong yang berasal dari kata tepung (bertemu) yang mengalami pengulangan dan perubahan kata dasar te menjadi toto. Tepung artinya bertemu, bertemu dalam hal ini maksudnya simbol dari bertemunya ujung kain karena dibentuk simpul sebagai lambang silaturahmi. Iket mengandung makna mengikat kepala. Objek yang diikat adalah kepala (pria). Kepala memiliki makna sebagai pemimpin tubuh dengan isinya yaitu otak. Otak merupakan tempat pikiran dan organ manusia sebagai ciri manusia makhluk mulia ciptaan Tuhan. Dengan otak ini manusia memiliki cipta, karsa, rasa sehingga mampu berpikir. Dengan memakai iket, kepala sebagai organ penting dapat dilindungi.

Iket dibentuk dari kain berbentuk bujur sangkar yang memiliki empat sudut atau ada yang berbentuk segitiga dengan 3 sudut. Keempat sudut itu memiliki makna sebagai sudut kereteg haté (kereteg = perasaan atau suara yang timbul dengan sendirinya, haté = hati. kereteg haté diartikan sebagai niat), ucapan (lisan), tingkah (sikap), dan raga (badan) yang kemudian kain itu dilipat dua membentuk segitiga sama kaki dengan tiga sudut. Ketiga sudut tersebut mencerminkan tiga asas tritunggal kesetaraan dalam hidup kemasyarakatan yakni tritangtu yang terdiri dari resi pemimpin agama, rama (pemimpin rakyat) dan perebu (pemimpin wilayah).

Diharapkan asas ini dijalankan dengan keharmonisan antara tekad, ucapan, tingkah laku yang terangkum dalam raga manusia. Iket juga memiliki makna ngawengku (mengikat) segala urusan yang berhubungan dengan keduniawian seperti yang disampaikan bahwa iket digunakan oleh para tetua/sesepuh/Saéhu. tetua/sesepuh/Saéhu adalah seorang pemimpin rakyat yang saé jadi hulu, saé hubungannana, tiasa ngiket kana sagala persoalan kamasyarakatan jeung kahirupan (bagus untuk dijadikan ketua atau pemimpin, bagus hubungan sosialnya, mampu mempersatukan dan menyelesaikan

untuk pemesanan hubungi kami di 081354704412

Selasa, 15 Desember 2020

MAHASISWA PMII JURUSAN EKONOMI SYARIAH MENOREHKAN PRESTASI PADA AJANG LKTI BAZNAZ


 Alhamdulillah, ini merupakan pengalaman pertama bagi saya. tepatnya pada hari Rabu, tanggal 16 Desember 2020, Alfirdaus Muhammad Nur mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah Semester 7 menjadi juara 3 lomba pidato dalam kompetisi lomba karya tulis yang diadakan oleh BAZNAS Tulungagung. kompetisi ini dibuka untuk umum. Mayoritas yang mengikuti ialah mahasiswa. 

 Lomba pidato dan karya tulis ini mengangkat tema tentang “Zakat”. dengan tema itulah membuat saya tertarik untuk mengikuti lomba ini. Dengan semangat berpidato itulah saya menyampaikan pesan bahwa lembaga yang berwenang yaitu BAZNAS harus melakukan upaya yang maksimal yaitu melalui zakat produktif agar dapat mengangkat harkat dan martabatnya dan merubah status mustahik ke muzakki. Maka secara otomatis status seorang yang semula miskin berubah menjadi status mampu.

Dalam mengikuti lomba ini saya tidak mempunyai pikiran untuk menjadi juara. Karena saya hanya berusaha dan berusaha agar dapat memberikan hasil yang terbaik. Dan Alhamdulillah syukur pada kesempatan ini saya menjadi juara 3. terimakasih support temen temen ekonomi syariah STAI DIPONEGORO TULUNGAGUNG dan PMII KOMISARIAT STAI DIPONEGORO TULUNGAGUNG. Dengan keberhasilan ini semoga membuat teman-teman seperjuangan PMII lebih semangat dalam mengembangkan bakat dan prestasi yang membanggakan.


SALAM PERGERAKAN! TETAP SEMANGAT “TANGAN TERKEPAL DAN MAJU KE MUKA”

 

Sabtu, 12 Desember 2020

Udeng Resmi !! Kado terindah HARI JADI TULUNGAGUNG KE 815

Hari sabtu tepat tanggal 12 Desember 2020 alias tanggal cantik 12-12-2020 adalah momentum sakral rangkaian kegiatan launching udeng ikat khas Tulungagung, penyerahan bantuan perlengkapan tenda FORKOM POKDARWIS Tulungagung dan penanaman simbolis pohon terlaksana dengan penuh semarak. Ratusan peserta terdiri dari Mahasiswa, pelajar, komunitas budaya dan masyarakat sekitar antusias mengikuti acara ini Telaga Buret Desa Sawo Kecamatan Campurdarat kabupaten Tulungagung. 


Kegiatan ini di inisiasi oleh FORKOM POKDARWIS Tulungagung berkolaborasi dengan Pemuda Tulungagung. Diawali dengan pembukaan dan seremonial , peserta diarahkan mencintai adat istiadat dan budaya Tulungagung. dengan simbolis serah terima bibit pohon menuju lokasi penanaman yang berada di sekitar Telaga Buret.  dilanjutkan pelepasan ikan di sekitar telaga dan pelepasan sepasang Merpati menandakan acara dibuka. kemudian serah terima bantuan perlengkapan tenda dari Kemnaker diwakili PLT Dinas tenaga kerja Tulungagung dan launching udeng ikat khas Tulungagung. 

Hadir Pula Plt Kepala Dinas Pariwisata, Dewan Kebudayaan, Perwakilan DPRD Tulungagung, Tokoh Purnawirawan Jendral Harry Yuwono dalam kegiatan Launching ini. Hal ini adalah kado terindah dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-815 “DENGAN SEMANGAT HARI JADI KABUPATEN TULUNGAGUNG KE-815 DI ERA PANDEMI COVID-19, KITA BERTEKAD MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG PEDULI SOSIAL, TANGGUH, DAN SEJAHTERA”


Menurut sejarah pada tahun 1205 M, masyarakat Thani Lawadan di selatan Tulungagung, mendapatkan penghargaan dari Raja Daha terakhir, Kertajaya, atas kesetiaan mereka kepada Raja Kertajaya ketika terjadi serangan musuh dari timur Daha. Penghargaan tersebut tercatat dalam Prasasti Lawadan dengan candra sengkala "Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa" yang menunjuk tanggal 18 November 1205 M. Tanggal keluarnya prasasti tersebut akhirnya dijadikan sebagai hari jadi Kabupaten Tulungagung sejak tahun 2003.

Di Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, terdapat Candi Gayatri. Candi ini adalah tempat untuk mencandikan Gayatri (Sri Rajapatni), istri keempat Raja Majapahit yang pertama, Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana), dan merupakan ibu dari Ratu Majapahit ketiga, Sri Gitarja (Tribhuwanatunggadewi), sekaligus nenek dari Hayam Wuruk (Rajasanegara), raja yang memerintah Kerajaan Majapahit pada masa keemasannya. Nama Boyolangu itu sendiri tercantum dalam Kitab Nagarakertagama yang menyebutkan nama Bayalangu/Bhayalango (bhaya = bahaya, alang = penghalang) sebagai tempat untuk menyucikan dia. Berikut ini adalah kutipan Kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca dan telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:

Prajnyaparamitapuri itulah nama candi makam yang dibangun
Arca Sri Padukapatni diberkati oleh Sang Pendeta Jnyanawidi
Telah lanjut usia, paham akan tantra, menghimpun ilmu agama
Laksana titisan Empu Barada, menggembirakan hati Baginda
(Pupuh LXIX, Bait 1)

Di Bayalangu akan dibangun pula candi makam Sri Rajapatni
Pendeta Jnyanawidi lagi yang ditugaskan memberkati tanahnya
Rencananya telah disetujui oleh sang menteri demung Boja
Wisesapura namanya, jika candi sudah sempurna dibangun
(Pupuh LXIX, Bait 2)

Makam rani: Kamal Padak, Segala, Simping
Sri Ranggapura serta candi Budi Kuncir
Bangunan baru Prajnyaparamitapuri
Di Bayalangu yang baru saja dibangun
(Pupuh LXXIV, Bait 1)


Untuk itu, beberapa rangkaian kegiatan yang dianggap mengundang keramaian kini ditiadakan untuk sementara.   “Peringatan tahun ini, acara kita hanya Launching ikat kepala atau Udeng khas Tulungagung Bumi Agung Waskita jawi dan doa bersama saja,” ucap Karsi Nerro selaku Ketua Forkom Pokdarwis Tulungagung. 

Meski begitu, hal ini tidak mengurangi substansi akan pentingnya nilai luhur yang ada. “Meski digelar secara sederhana, tetapi kegiatan meriah ini akan terus berlanjut dan mampu memberi sumbangsih karya seni Khas Tulungagung,” pungkasnya.

 Dengan bangga dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke 815 telah diselenggarakan  launching udeng Khas Tulungagung Bumi Agung  Waskita Jawi memiliki ijin resmi dan terdaftar di HAKI ... untuk pemesanan hubungi kami☎️081354704412